Pentingnya Al Qur’an Bagi Kehidupan Umat Islam

perbedaan quran dan hadist scaled

Pentingnya Al Qur’an Bagi Kehidupan Umat Islam – Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad (saw) melalui Jibril (Jibril) dan kemudian mencapai hari ini melalui ditulis dan dilaporkan. Al-Qur’an adalah pedoman material dan spiritual bagi individu dan masyarakat, semua kelas orang yang hidup di setiap tempat atau waktu dan untuk seluruh kehidupan manusia.

Semua orang, dari presiden hingga orang di jalan, menemukan hal-hal tentang mereka di dalam Al-Qur’an. Mereka mengambil ilmu dan pelajaran yang diperlukan untuk kedamaian dan ketenangan baik di dunia maupun di akhirat.

Al-Qur’an diturunkan ke dalam hati Nabi (saw) dalam hal tidak hanya maknanya tetapi juga kata-katanya. Itulah sebabnya, Al-Qur’an disebut Wahy al-matluww (wahyu yang dibacakan). Oleh karena itu, Al-Qur’an adalah keseluruhan tidak hanya makna tetapi juga kata-kata. Quran tidak diturunkan kepada Nabi (saw) secara keseluruhan; itu diturunkan ayat demi ayat dan pasal demi pasal.

Pentingnya Al Qur’an Bagi Kehidupan Umat Islam

Al-Qur’an berisi segala macam prinsip akidah, perbuatan dan etika yang akan membuat manusia mencapai kebahagiaan sejati. Ini adalah keajaiban sastra yang hebat dalam hal kata-kata dan maknanya. Faktanya, tidak ada seorang pun yang mampu dan akan mampu menghasilkan sebuah ayat yang mirip dengan ayat-ayat Al-Qur’an dari segi gaya dan kefasihannya.

Al-Qur’an adalah keajaiban dalam hal kata-kata dan maknanya. Nabi (saw) tidak bisa membaca dan menulis. Dia tidak belajar apapun dari siapapun. Karena itu, dia dianggap buta huruf. Namun, buku yang dibawanya berisikan kenyataan-kenyataan besar dan menginformasikan tentang banyak kebenaran ilmiah yang berhasil ditemukan oleh sains dan pengalaman dalam seribu empat ratus tahun. Ini membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah kalam Allah secara langsung. Misalnya, fakta bahwa matahari berputar mengelilingi dirinya sendiri dan bergerak menuju titik tetap bersama dengan planet-planet lain yang bergantung padanya, pembukaan piramida dan tubuh mumi Firaun ditemukan pada abad terakhir.

Tidak peduli berapa banyak ilmu berkembang, itu tidak dapat bertentangan dengan Al-Qur’an. Sebaliknya, perkembangan ilmu pengetahuan akan memudahkan Al-Qur’an untuk ditafsirkan dan dijelaskan.

Alam semesta ini diibaratkan sebuah buku besar yang ditulis oleh pena kekuasaan. Dalam sebuah buklet, frasa tanda-tanda penciptaan (ayat at-takwiniyya) digunakan untuk makhluk di dunia. Tanda penciptaan berarti apa yang diciptakan berdasarkan perintah “menjadi” (kun), yang menunjukkan keberadaan, keesaan, nama-nama dan sifat-sifat Allah dan yang menjadi buktinya.

Ayat-ayat (tanda-tanda) dalam Al-Qur’an berasal dari sifat Allah yang disebut ucapan dan tanda-tanda di alam semesta berasal dari sifat-Nya yang disebut kekuasaan (qudrah). Kitab alam semesta ini membuat Allah dikenal dengan segala tanda-tandanya tetapi manusia belum mampu membacanya dan mengevaluasinya dengan benar.

Artinya, mereka tidak mengerti bahasa kitab tersebut. Al-Qur’an yang Maha Bijaksana menerjemahkan kitab alam semesta, memberitahu manusia tentangnya dan menggambarkan Tuhan kita, yang adalah penulis buku ini, kepada kita. Itu memberitahu kita tentang sifat-sifat-Nya, nama-nama dan perbuatan-Nya.

Dalam kalimat ini, nama-nama Allah disamakan dengan harta. Misalnya, nama al-Khaliq (Sang Pencipta) adalah harta; semua makhluk seperti permata dari harta itu. Nama al-Muhyi (Pemberi Kehidupan) adalah harta tersendiri; semua kehidupan berasal dari harta karun.

Pentingnya Mengetahui Bacaan Al Qur’an

Dalam buku alam semesta ini, setiap peristiwa, seperti setiap makhluk, adalah seperti sebuah kata atau garis. Penting untuk membacanya dengan benar. Kebenaran yang tersembunyi di balik peristiwa dapat dibaca dengan benar hanya dengan bimbingan dan petunjuk Al-Qur’an.

Siang dan malam, sehat dan sakit, suka dan duka, tua dan mati, semuanya adalah kebenaran yang tertulis dalam buku ini. Peristiwa terpenting bagi laki-laki di antaranya adalah kematian. Mereka yang menganggap kematian sebagai “tidak ada, tidak ada, masuk ke dalam kubur dan menghilang” tidak dapat memahami realitas kematian dan salah menilai peristiwa penting itu.

Realitas kematian dipahami dengan tuntunan Al-Qur’an. Kelahiran berarti datang ke dunia dari luka; demikian pula, kematian berarti pergi ke alam barzakh dari dunia. Kemudian, kelahiran lain yang disebut ba’th akan mengikutinya; orang akan pergi ke Tempat Berkumpul dari alam kubur melaluinya.

Ada penjelasan yang sangat detail tentang realitas kematian dalam Alqur’n. Kematian adalah “perubahan tempat tinggal, istirahat dari tugas, pembebasan roh”. Kuburan adalah “gerbang dari alam yang lebih baik dari dunia ini.”

Quran adalah buku kebijaksanaan karena mengajarkan manusia tujuan dan kewajiban semua makhluk; itu adalah kitab syari’ah (hukum) karena menginformasikan manusia tentang perintah dan larangan baik dalam kehidupan individu maupun kehidupan sosial.

Ini juga berisi “doa, ibadah, perintah dan panggilan”, yang merupakan esensi syrai’ah, dengan segala aspeknya. Quran adalah buku dzikir yang membuat manusia mendapatkan setidaknya sepuluh pahala untuk satu huruf ketika dia membacanya. itu juga merupakan buku pengetahuan yang membuat Allah dikenal dengan nama dan sifat-sifat-Nya.Demikianlah artikel pentingnya al qur’an bagi kehidupan umat islam.Semoga bermanfaat.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan